Apa Tujuanmu Membangun Brand? — Part 1

“People don’t buy what you do. They buy why you do it” — Simon Sinek

Tidak mudah bukan untuk membangun brand dan berusaha untuk connect dengan audiens? Kamu telah bekerja keras untuk membangun produk dan jasa bisnis kamu. Kamu telah berusaha untuk kerja hingga larut malam dan bangun pagi hari untuk bisa memberikan penawaran yang terbaik bagi konsumen.

Kemudian, Kamu benar-benar seperti menggadaikan jiwa kamu untuk melakukan strategi marketing yang kamu buat. Kamu menghadiri banyak event untuk bisa berjabat tangan dengan banyak pebisnis lain dan membangun networking.

Bahkan bisa jadi, kamu telah mendapatkan banyak deal bisnis. Tapi itu belum cukup. Kamu mungkin akan mendapatkan diri kamu berada pada situasi dimana mengembangkan bisnis kamu ke level berikutnya terasa seperti mustahil.

Sebagai seorang pebisnis, kamu harus bisa menjadi berbeda dan terlihat menonjol diantara kompetitor. Kamu harus memahami bagaimana caranya untuk bisa mengajak orang-orang dalam bisnis kamu untuk bergerak maju. Itulah sesuatu yang harus dipikirkan setiap brand.

Jadi, hal signifikan apakah yang membedakan antara brand yang sukses dengan brand yang biasa-biasa saja?

It’s all about purpose.

Jika kamu ingin membesarkan brand kamu, hal yang perlu dilakukan adalah untuk mengidentifikasi, merangkul, mewujudkan, dan mengartikulasikan sebuah tujuan brand yang mampu menginspirasi audiens agar bisa connect dengan brand kamu. Teruskanlah membaca artikel ini, kamu akan belajar bagaimana sebuah tujuan mampu membuat brand kamu menjadi lebih atraktif. Kamu akan memahami contoh-contoh brand sukses yang memiliki tujuan yang mampu menginspirasi audiens mereka (contoh-contoh brand ini akan saya bahas di postingan saya berikutnya). Ketika kamu membaca postingan ini nantinya, kamu akan mendapatkan gambaran besar yang lebih baik tentang tujuan brand yang sangat bagus. Ketika kamu memutuskan untuk berkomitmen untuk mengidentifikasi tujuan brand kamu dan berusaha untuk mewujudkannya, kamu akan melihat bahwa audiens kamu akan menjadi lebih tertarik dengan brand kamu daripada ketika kamu tidak memiliki tujuan brand.

Selalu mulai dengan alasan kuat mengapa kamu ingin membangun brandmu sendiri

Salah seorang konsultan yang saya suka adalah Simon Sinek (coba kamu lihat di TED talk atau coba untuk membaca bukunya yang berjudul “Start With Why”), dan dia pernah pernah berkata bahwa konsumen tidak merasa connect dengan produk atau jasa yang ditawarkan sebuah brand. Mereka membeli sesuatu karena alasan mengapa brand itu harus ada. We buy something because we feel something about that brand. Secara alam bawah sadar, kita membeli sebuah barang atau jasa karena kita merasakan sesuatu yang spesial ketika kita menggunakan produk atau jasa tersebut.

Tujuan brand yang kuat berarti memiliki perspektif brand yang berbeda yang mampu memberikan pengaruh terhadap apa yang seharusnya kamu lakukan, dan apa yang seharusnya tidak dilakukan. Itulah yang mendorong perusahaanmu untuk maju.

Untuk contoh mengenai brand-brand sukses yang memiliki tujuan yang baik, akan saya jelaskan di postingan saya berikutnya. Nanti jadinya terlalu panjang jika dijadikan satu artikel. Hehe..

I help your brand grow 13X sustainably | Branding Consultant | Connect with me on Linkedin: https://www.linkedin.com/in/allenherlambang/

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store