9 alasan kuat dan 9 langkah membangun personal branding kamu! — (Bacaan panjang).

Guitarist on stage showing his personal branding aura
Guitarist on stage showing his personal branding aura
Photo by Markus Spiske from Pexels

Sewaktu saya kecil, orang tua saya suka mengajak pergi keluar, entah berbelanja bulanan atau sekedar mencari makan diluar. Saya duduk dikursi belakang mobil, melihat berbagai bangunan dipinggir jalan sementara orang tua saya menyetir, dan saya selalu merasa kegirangan ketika melewati sebuah bangunan dengan logo khas melengkung berwarna kuning, berharap kami akan mampir ke restoran tersebut.

Bisakah kamu tebak restoran apa tersebut?

Yap! McDonald’s!

Saya ingat, bahkan ketika itu saya masih belum lancar untuk membaca dan masih harus berdiri untuk bisa melihat dengan jelas jalanan dari balik kaca mobil. Tapi yang saya tahu, ketika saya melihat logo kuning melengkung tersebut rasanya…


Brand purpose adalah investasi yang sangat berharga untuk bisnismu dalam jangka panjang

Semakin meningkatnya kesadaran konsumen akan sebuah niatan dan aktivitas dari sebuah brand, adalah pertanda kamu harus semakin sadar akan pentingnya membangun posisi brand kamu dalam hal sosial, lingkungan, atau bahkan politik.

Memiliki sebuah tujuan berdirinya bisnis kamu adalah hal yang sangat penting, tetapi masih banyak orang yang belum meyadari betapa penting serta manfaatnya, karena mereka belum memahami apa itu brand purpose. Saya pikir ini adalah informasi yang penting dan berharga untuk kamu luangkan waktu dan refleksikan kepada bisnismu.

Jadi, apa itu brand purpose?

Brand purpose adalah sebuah alasan dibalik hadirnya bisnismu. Alasan yang jauh lebih besar dari sekedar mengejar uang. Jika kamu ingin membangun brand…


Hal ini mutlak kamu pelajari jika ingin membangun content marketing campaign yang sukses.

Photo by Webaroo.com.au on Unsplash

Melanjutkan artikel saya sebelumnya tentang content marketing (kamu belum membacanya? Baca sekarang disini!), jika kamu benar-benar ingin membangunnya untuk bisnismu, ada hal terpenting yang harus kamu perhatikan, yaitu mengukur efektivitas strategi content marketing yang kalian jalankan.

Tujuan membangun content marketing adalah untuk membangun kepercayaan kepada audiens yang berpotensi menjadi konsumenmu, dan kepercayaan perlu dibangun dalam jangka waktu lama. Tidak biasanya seorang pengunjung website langsung melakukan pembelian ketika mereka pertama kali mengunjungi, misal, satu halaman blog. Kamu perlu mengedukasi audiens, bahkan ketika mereka belum memikirkan untuk menggunakan produk atau jasamu.

Ketika kamu mulai membangun content marketing, kamu akan bertanya KPI apa…


Kamu tidak akan pernah menyangka betapa efektifnya cara tersebut untuk bisnismu.

Photo by Britta Jackson from Pexels

Saya sering sekali melihat di media sosial saya, konten dari sebuah akun kedai kopi di Jakarta yang membahas tentang cara memilih biji kopi dari pertanian, cara roasting biji kopi yang baik dan benar, hingga cara membuat kopi dengan metode V60 untuk para kaum muda yang baru saja tergila-gila dengan hype menyeduh kopi. Akun tersebut jarang sekali membuat postingan untuk menjual produk mereka, dan mereka memiliki puluhan ribu pengikut di akun media sosialnya. Yang mereka lakukan hanya memberikan informasi berharga mengenai serba serbi kopi secara gratis bagi para pengikut media sosial mereka serta audiens lainnya. Itu lah content marketing.

Konsep simpelnya…


Tidak ada yang mustahil untuk kamu melakukannya dengan dana terbatas. Percayalah.

Photo by bruce mars from Pexels

Saya banyak sekali melihat banyak bisnis kecil dan menengah menghadapi tantangan dari perusahaan yang jauh lebih besar dan mapan, terutama dalam hal branding. Bahkan dengan segala sumber daya yang dimiliki perusahaan besar, membangun branding adalah hal yang cukup sulit untuk dilakukan, apalagi dengan bisnis kecil dan menengah milikmu. Membangun branding adalah hal yang sepertinya sangat menantang sekali karena dana dan sumber daya manusia yang sangat terbatas bukan?

Kamu sebagai pemilik bisnis, mungkin akan berpikir bahwa membangun brand adalah sesuatu yang seharusnya dilakukan ketika kamu sudah memiliki uang banyak. …


“Mustahil! Bagaimana caramu melakukannya?”

A woman typing on a laptop and using headphone while sitting next to a window in a building
A woman typing on a laptop and using headphone while sitting next to a window in a building
Image from Christina Morillo

Diartikel saya sebelumnya, saya menuliskan mengenai efektifkah bagi startup atau tim kamu dengan mempraktekkan remote working. Di artikel ini, saya mencoba membahas lebih dalam bagaimana kamu bisa membangun kultur remote working tersebut dan memaksimalkan produktitivas tim kamu.

Yang pertama ingin saya beritahukan, tidak semua tim dalam perusahaan dapat melakukan pekerjaan dari jarak jauh atau remote working. Tim seperti customer service, HRD, finance, atau R&D dalam beberapa kondisi atau situasi tidak dapat melakukan pekerjaan secara remote karena fungsi dasarnya sendiri. Tapi tim seperti programmer, desainer, digital marketing, content writer, tim data, dan tim sales, sangat memungkinkan untuk…


Melakukan pekerjaan dari jarak jauh menjadi praktik yang umum saat ini. Teknologi telah berkembang sangat pesat sehingga kamu dapat memanggil siapa saja di belahan dunia lain dan merasa seperti kamu sedang berbicara dengan teman kamu di sebelah. Tidak dipungkiri makin banyak pekerjaan yang bisa diotomasi dan bisa dikerjakan darimana saja asal terkoneksi dengan internet, yang biasa disebut remote working. Di Indonesia sendiri, mulai banyak kaum pekerja millenial yang bekerja secara remote, walaupun masih belum sebesar negara-negara maju lainnya seperti di US.

Tren remote working di Indonesia kurang lebih terdampak dari kemajuan teknologi, dan banyaknya kemunculan usaha rintisan atau startup dengan…


Melanjutkan postingan sebelumnya tentang Apa Tujuanmu Membangun Brand-Part 1, saya akan menjelaskan beberapa contoh brand dari luar yang memiliki tujuan. Ingatlah, it’s all about purpose. Kamu akan memiliki brand yang lebih atraktif kepada konsumen dengan memiliki tujuan besar yang baik.

Beberapa contoh dibawah ini mungkin bisa menginspirasi kamu:

Dove

Dove merupakan sebuah contoh yang bagus tentang brand yang memiliki tujuan yang baik. Mengapa? Karena mereka memiliki sebuah tujuan yang lebih besar daripada hanya sekadar berjualan produk sabun dan kebersihan.

Dove menggunakan brandnya untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri para wanita di seluruh dunia. Dove mampu mengenali permasalahan para wanita, yakni seringkali…


“People don’t buy what you do. They buy why you do it” — Simon Sinek

Tidak mudah bukan untuk membangun brand dan berusaha untuk connect dengan audiens? Kamu telah bekerja keras untuk membangun produk dan jasa bisnis kamu. Kamu telah berusaha untuk kerja hingga larut malam dan bangun pagi hari untuk bisa memberikan penawaran yang terbaik bagi konsumen.

Kemudian, Kamu benar-benar seperti menggadaikan jiwa kamu untuk melakukan strategi marketing yang kamu buat. Kamu menghadiri banyak event untuk bisa berjabat tangan dengan banyak pebisnis lain dan membangun networking.

Bahkan bisa jadi, kamu telah mendapatkan banyak deal bisnis. Tapi itu belum cukup…


A man giving a class with some pictures behind him and a screen beside him
A man giving a class with some pictures behind him and a screen beside him
Photo by 祝 鹤槐 from Pexels

You guessed it: Generosity!

Maybe you ever questioned, what do you need to build in the already saturated market, especially if you’re building your own personal services like design or marketing consultant. Well, let me tell you this: regardless of the service you offer to your target client, what makes you truly extraordinary is YOU, as a human being.

You, as a human being that gives value to other people. How you deliver that value plays an important part in building your personal brand. Strong, enviable brands are held in the hearts and minds of those who know you. So you need to give…

Allen Herlambang J

I help your brand grow 13X sustainably | Branding Consultant | Connect with me on Linkedin: https://www.linkedin.com/in/allenherlambang/

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store